Kamis, 22 Desember 2011

Mie Goreng Rel

Kenapa namanya mie goreng Rel? karena warung mi goreng itu engga ada namanya, tapi tempatnya tepat di sebelah rel kereta api, makanya Ara kalo lagi pengen sarapan disitu pasti bilangnya : "Mie Goreng Rel".

FYI, di Siantar ini, banyak sekali yang menjual sarapan di pagi hari. Sarapan khas di siantar adalah Lontong, dan Mie goreng. Mie goreng ini bisa terdiri dari mihun, mie kuning, atau mitiauw, atau bisa juga gabungan ketiganya.
nah ini dia penampakan warung sederhana ini. satu porsi mi goreng telur  (terserah mi-nya apa) hanya dibandrol Rp.4.000,-, murah meriah. dan mie langsung dimasak begitu dipesan, jadi masih hangat dan  mengepul panas.
sambil menunggu mie masak, biasanya orang duduk sambil membaca koran yang memang disediakan di warung yang amat sangat sederhana itu.
saya sudah sering sarapan di tempat ini, kira kira 8 tahun yang lalu waktu saya baru datang ke Siantar. saya suka, meskipun sebenarnya tempatnya tidak terlalu bersih, dan minuman yang disediakan untuk pengunjung kurang layak (karena pake gelas plastik). alhasil, kalo mau makan disitu, saya biasanya bawa minum dari rumah, atau beli air mineral.
saya biasa pesen mie kuning campur mie putih, dan disediakan sambal acar, yang terdiri dari potongan cabe merah, cabe rawit dan bawang merah.
acar pedes

uwak penjual mi, dan gelas plastik

satu porsi mie goreng + 2 risol = Rp.5.000,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar